situsberitabola.com – Jay Idzes kembali berlatih dengan Venezia sejak pekan lalu setelah sempat cedera dan absen panjang. Momen ini jadi pertanda bahwa bek asal Mierlo itu kemungkinan besar masih akan bertahan di klub yang baru promosi ke Serie A tersebut. Meskipun banyak klub papan atas dikabarkan tertarik, isu terhangat adalah tawaran dari Pisa SC, satu klub yang baru promosi ke Serie A, yang kini dikabarkan serius mendekat.
Kembalinya Jay Idzes ke Latihan Tim Senior Venezia
Jay Idzes mulai berlatih penuh bersama skuad senior Venezia sejak 16 Juli 2025. Foto dan beritanya muncul di Radar Malang, menyebutkan bahwa Idzes tampak bugar dan siap kembali berkompetisi setelah pulih dari cedera pembuluh darah vena yang sempat membuatnya absen sejak Januari 2024.
Pada sesi latihan tersebut, ia terlihat aktif mengikuti semua drill dan scrimmage, mendapatkan pujian dari pelatih dan rekan tim. Meskipun laga pramusim masih berlanjut, fact sheet Nike mencatat Idzes ikut dipanggil sebagai subs musim lalu setelah pemulihan—menegaskan kesiapan fisiknya.
Kembalinya Idzes menandai babak baru dalam kariernya di Venezia, khususnya di kasta Serie B musim depan pasca degradasi. Pembicaraan manajemen dan agennya bakal makin intens terkait rencana jangka panjang pemain berusia 25 tahun ini di klub.
Pro Kontra Bertahan: Peluang & Tantangan di Venezia Serie B
Pertama, jika bertahan di Venezia, Idzes akan tetap jadi andalan sebagai kapten dan jenderal lini belakang—perannya besar saat Venezia promosi dari Serie B musim 2023/24 . Musim lalu dia tampil dalam 35 laga di Serie A, mencetak satu gol dan 44 tekel—tanda konsistensi tinggi.
Kedua, Venezia menetapkan harga tinggi untuknya, sekitar €10 juta. Hal ini membuat beberapa klub besar seperti Udinese, Fiorentina, Bologna, Inter Milan, dan Aston Villa mereda rumor mereka. Belum ada tawaran resmi masuk.
Ketiga, klub seperti Pisa SC —yang baru promosi ke Serie A—disebut sebagai pihak yang mendekati Venezia. Mereka menawarkan kesempatan bermain di kasta teratas, meski dengan tekanan besar bertahan di liga bergengsi tersebut. Meski begitu dengan kontrak masih hingga 2027, Idzes punya leverage kuat jika ingin menegosiasikan masa depannya.
Bursa Transfer & Agen Modalitas Karier
Menurut sumber-sumber Italia, Udinese sempat melakukan pendekatan dengan tawaran €5–6 juta, tapi Venezia tidak tergoda. Juventus, Inter, dan AC Milan sempat muncul sebagai peminat—namun sejauh ini hanya dalam wacana media.
Kini transfer market pun menyorot Pisa SC, klub yang memang sedang agresif membangun skuad kompetitif untuk bertahan di Serie A. Mereka butuh bek tangguh dan Idzes bisa jadi solusi—dengan peluang menjadi starter utama.
Selain Italia, kabar transfer ke Inggris sempat mengemuka. Aston Villa disebut tertarik, tapi belum ada kejelasan versi media Eropa.
Di tengah semua ini, agen Idzes hanya bicara soal kesiapan pulih dan kembali berjuang bersama Venezia. Ia menegaskan bakal fokus sepenuhnya pada sesi training dan pertandingan pramusim, menunda pembicaraan kontrak hingga akhir Juli.
Implikasi untuk Timnas Indonesia & Karier Kedepannya
Dengan pulihnya Idzes dan kemungkinan bertahan, ini berarti konsistensi dan jam bermain terjamin. Bagi Timnas Indonesia—yang sedang mempersiapkan kualifikasi Piala Dunia 2026—posisi gelandang belakang andalan ini sangat vital. ESPN mencatat Idzes bakal dipanggil untuk laga kualifikasi melawan Australia dan Bahrain .
Pengalaman bermain di tim senior Venezia (walau di Serie B) dan jam terbang tinggi bisa meningkatkan performanya saat dipanggil Timnas. Kombinasi ini bakal jadi aset penting bagi pelatih Patrick Kluivert.
Pilihan Sulit Jay Idzes antara Ambisi dan Kenyamanan
Jay Idzes kini berada di titik krusial: bertahan di Venezia memberi peran sentral dan kepastian kontrak, tapi peluang tampil di Serie A lewat Pisa atau klub lain dari ajang top-tier sangat menggoda.
Tahap negosiasi minggu depan bakal menentukan: apakah dia memilih loyalitas pada Venezia atau mengambil tantangan lebih tinggi di kasta teratas. Satu hal pasti—apapun pilihannya, keputusan ini akan berpengaruh besar bagi karier dan pencitraan sepakbola Indonesia di mata Eropa.