Fenerbahçe

Jose Mourinho Dipecat Fenerbahçe: Akhir Era Sang Taktikus dan Spekulasi Karier Selanjutnya

Sports

Kejutan di Istanbul: Pemecatan Jose Mourinho dari Fenerbahçe

Dunia sepak bola kembali diguncang kabar besar pada 29 Agustus 2025. Fenerbahçe, salah satu klub terbesar Turki, secara resmi memecat Jose Mourinho, pelatih berpengalaman asal Portugal yang baru satu musim menukangi klub tersebut. Keputusan ini datang hanya sehari setelah kegagalan tim lolos ke fase grup Liga Champions akibat kekalahan agregat 1–0 dari Benfica.

Kabar ini mengejutkan publik, bukan hanya di Turki, melainkan juga di seluruh dunia. Mourinho, yang dikenal sebagai “The Special One”, datang ke Fenerbahçe dengan harapan besar: mengembalikan kejayaan klub baik di level domestik maupun internasional. Namun, realitas di lapangan berbeda. Meskipun memiliki rekor kompetitif yang cukup solid — hanya 11 kekalahan dari 62 pertandingan — kegagalan masuk ke Liga Champions menjadi pukulan telak.

Pemecatan ini menambah daftar panjang perjalanan karier Mourinho yang penuh drama. Ia pernah membawa Porto juara Liga Champions, mengantarkan Chelsea meraih gelar Premier League, memimpin Inter Milan dengan treble bersejarah, hingga memenangkan Liga Europa bersama Manchester United. Kini, di usia 62 tahun, Mourinho menghadapi pertanyaan besar: kemana langkahnya selanjutnya?


Latar Belakang: Mourinho dan Ambisi Fenerbahçe

Fenerbahçe dikenal sebagai klub dengan basis suporter besar dan ambisi tinggi. Ketika menunjuk Mourinho pada awal musim 2024/25, manajemen klub berharap bisa meraih kejayaan di Liga Turki sekaligus bersaing di Eropa. Mourinho dipilih karena reputasinya sebagai pelatih yang mampu mengubah mental tim dan memenangkan trofi dalam waktu singkat.

Musim perdananya bersama Fenerbahçe sebenarnya tidak buruk. Tim bersaing ketat di Super Lig Turki, sempat memimpin klasemen pada pertengahan musim, dan tampil solid di kompetisi domestik. Namun, target utama tetaplah Liga Champions. Bagi klub seperti Fenerbahçe, partisipasi di kompetisi paling elit Eropa bukan hanya soal gengsi, tetapi juga soal finansial. Kegagalan lolos ke fase grup berarti kehilangan potensi pemasukan puluhan juta euro.

Mourinho dianggap gagal memenuhi ekspektasi utama itu. Padahal, ia diberi dukungan finansial untuk merekrut beberapa pemain kunci. Kekecewaan manajemen dan tekanan suporter akhirnya berpuncak pada pemecatan.


Catatan Karier Mourinho: Dari “The Special One” Hingga Titik Jatuh

◆ Porto dan Kebangkitan Awal

Karier kepelatihan Mourinho melesat ketika ia membawa FC Porto menjuarai Liga Champions 2004. Strategi defensif solid, pressing ketat, dan motivasi tinggi membuat Porto tampil mengejutkan. Gelar ini langsung menjadikan Mourinho sebagai pelatih elit di Eropa.

◆ Era Chelsea dan Julukan “The Special One”

Di Chelsea, Mourinho memperkenalkan dirinya sebagai “The Special One” dan merevolusi Premier League dengan gaya manajemennya yang penuh percaya diri. Bersama Roman Abramovich, ia meraih gelar liga pada 2005 dan 2006, menjadikan Chelsea kekuatan baru di Inggris.

◆ Kesuksesan di Inter Milan

Puncak kejayaan Mourinho terjadi di Inter Milan pada 2010, ketika ia mempersembahkan treble: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Gaya pragmatisnya, meski dikritik, terbukti efektif melawan tim-tim besar seperti Barcelona.

◆ Real Madrid dan Manchester United

Mourinho juga sempat menorehkan tinta emas di Real Madrid dengan mematahkan dominasi Barcelona era Guardiola pada 2012. Di Manchester United, meski dianggap gagal di Premier League, ia tetap memberi gelar Liga Europa 2017.

◆ Titik Jatuh dan Kritik

Namun, sejak meninggalkan United, karier Mourinho mulai menurun. Masa singkat di Tottenham berakhir tanpa trofi, meski berhasil membawa Roma juara UEFA Conference League pada 2022. Kini, pemecatannya di Fenerbahçe menjadi salah satu titik terendah dalam karier panjangnya.


Faktor-Faktor Pemecatan Mourinho

◆ Gagal di Liga Champions

Faktor terbesar adalah kegagalan Fenerbahçe lolos ke fase grup Liga Champions. Bagi manajemen klub, hal ini adalah garis merah yang tak bisa ditoleransi.

◆ Gaya Bermain yang Dikritik

Mourinho dikenal dengan gaya defensif dan pragmatis. Meski efektif, gaya ini sering mendapat kritik karena dianggap tidak menarik. Fans Fenerbahçe yang menginginkan sepak bola menyerang mulai kehilangan kesabaran.

◆ Tekanan Suporter dan Media

Di Turki, sepak bola adalah bagian dari identitas sosial. Tekanan suporter dan kritik media semakin menekan posisi Mourinho. Manajemen tidak ingin mengambil risiko lebih jauh.


Spekulasi Karier Selanjutnya

Pemecatan Mourinho langsung memunculkan spekulasi mengenai masa depannya. Sejumlah klub besar dikaitkan dengannya.

◆ Manchester United: Potensi Comeback Sensasional

Beberapa rumor menyebut Mourinho bisa kembali ke Manchester United. Meski meninggalkan jejak kontroversi, sebagian fans masih menghormati pencapaiannya. Klub yang saat ini sedang mencari kestabilan mungkin melihat Mourinho sebagai opsi jangka pendek.

◆ Rangers (Skotlandia)

Rangers menjadi salah satu kandidat mengejutkan. Klub asal Glasgow ini ingin kembali bersinar di Eropa, dan Mourinho dianggap mampu mengangkat mental juara.

◆ West Ham atau Nottingham Forest

Dua klub Premier League papan tengah ini juga masuk radar. Mourinho bisa membawa pengalaman dan nama besar, sekaligus mengangkat daya tarik klub di mata sponsor.

◆ Arab Saudi

Seperti banyak nama besar lain, Mourinho juga bisa tergoda oleh proyek ambisius di Arab Saudi. Dengan tawaran gaji fantastis, tidak menutup kemungkinan ia mengikuti jejak banyak pemain top yang sudah hijrah ke sana.


Dampak bagi Fenerbahçe

Keputusan memecat Mourinho akan membawa dampak besar bagi Fenerbahçe. Di satu sisi, klub bisa segera mencari pelatih dengan filosofi lebih menyerang dan modern. Namun, di sisi lain, mereka kehilangan nama besar yang sempat meningkatkan citra klub di mata internasional.

Secara finansial, pesangon Mourinho juga akan menjadi beban besar. Kontraknya masih berjalan hingga 2026, sehingga klub harus mengeluarkan kompensasi signifikan.


Reaksi Dunia Sepak Bola

Reaksi terhadap pemecatan Mourinho beragam. Banyak yang melihatnya sebagai akhir dari era panjang “The Special One”. Namun, tidak sedikit pula yang percaya Mourinho masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk membuktikan diri. Media Inggris, Italia, dan Portugal ramai membahas kemungkinan arah kariernya.

Bahkan beberapa pemain legendaris, seperti John Terry dan Wesley Sneijder, ikut berkomentar. Mereka menyebut Mourinho sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah mereka temui, meskipun mengakui bahwa gaya permainannya kini mulai tertinggal dibanding tren sepak bola modern.


Kesimpulan: Akhir Sebuah Era atau Awal Baru?

Jose Mourinho dipecat Fenerbahçe menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola modern. Apakah ini akhir dari era panjang “The Special One”, atau justru awal dari babak baru kariernya?

Yang jelas, kisah Mourinho selalu penuh drama, kemenangan, dan kontroversi. Ia mungkin sudah melewati masa puncaknya, tetapi namanya tetap akan dikenang dalam sejarah sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir. Dunia kini menunggu, ke mana langkah Mourinho berikutnya: kembali ke Premier League, mencoba petualangan baru di Skotlandia, atau mengejar proyek ambisius di Timur Tengah?


Referensi: