Start Horor Erik ten Hag di Bayer Leverkusen Usai Dibantai 5-1 oleh Flamengo U20

Sports

situsberitabola.com – Erik ten Hag sebenarnya datang dengan segudang pengalaman—dari Ajax hingga Manchester United. Sayangnya, debutnya bersama Bayer Leverkusen berjalan sangat tak terduga. Dalam laga pramusim pertama di Brasil, Leverkusen dibuat tak berdaya oleh tim muda Flamengo U20 yang merobek gawang 5‑1. Kekalahan telak ini jadi salah satu start horor Erik ten Hag Leverkusen dan mengundang tanda tanya besar soal kesiapan sang manajer.

Kekalahan Memalukan dari Flamengo U20

Ten Hag memilih memulai debutnya dengan formasi 3‑4‑2‑1 warisan Xabi Alonso, dipenuhi pemain inti semisal Victor Boniface, Mark Flekken, dan Jonas Hofmann. Tapi dalam 10 menit pertama, semua runtuh: dua gol cepat membawa Flamengo unggul 2‑0, dan skor membengkak menjadi 4‑0 di babak pertama.

Di babak kedua, giliran Gusttavo Silva yang menambah penderitaan. Baru di menit ke-60 Ten Hag mengganti beberapa starter agar bisa sekadar dapat gol balasan—tapi hasil akhir tetap menyakitkan: 5‑1.

Meski Tim Muda Brasil sering bermain agresif dan cepat, kekalahan sebesar ini jelas memperlihatkan adanya masalah taktik, kesiapsiagaan, dan mental awal di bawah pelatih baru.

Reaksi Ten Hag dan Evaluasi Awal

Setelah laga, Ten Hag tetap tenang. Ia menyebut ini “a bad result” tapi menolak terlalu banyak menaruh arti pada laga pramusim. Ia lebih menyoroti aspek non-resultatif seperti kebugaran dan tidak ada cedera pemain inti.

Namun, media seperti Goal dan SportBible menyebut performa ini “getting smoked” dan “humiliating defeat”, memicu kehati-hatian sebelum musim dimulai.

Reuters mencatat Leverkusen masih punya laga uji coba melawan Bochum, Fortuna Sittard, ☀️ Pisa, dan Chelsea sebelum musim Bundesliga resmi dimulai 22 Agustus. Ini artinya masih banyak waktu bagi Ten Hag untuk memperbaiki sistem.

Mengapa Kekalahan Ini Jadi Alarm Besar?

Pertama, kebocoran lima gol terhadap tim junior jelas memperlihatkan kelonggaran struktur pertahanan dan hilangnya kerapihan di lini tengah.

Kedua, komposisi pemain. Ten Hag menurunkan sebagian besar starter, tapi rotasi dini menunjukkan klub masih belum punya susunan ideal untuk formasi baru.

Ketiga, mental tim baru terlihat rapuh di awal. Indonesia krusial untuk jaga kepercayaan tim dan suporter soal roadmap menuju Consistent Performance.

Patokan tekanan bagi Ten Hag makin tinggi karena ia menggantikan Xabi Alonso, sosok yang sukses membawa Leverkusen juara Bundesliga.

Jalan Perbaikan Menuju Bundesliga

Fokus Reinvent Taktik

Ten Hag harus segera menata ulang kerangka permainan. Sistem 3‑4‑2‑1 perlu disempurnakan dengan transisi cepat dari brand Manchester United/Ajax ke ciri khas Leverkusen.

Evaluasi Pemain & Transfer

Dengan beberapa nama baru seperti Jarell Quansah dan Malik Tillman belum debut, Ten Hag punya peluang menjalankan fit and proper test dari skuat lengkap.

Manajemen Mental & Moral

Suasana hati tim harus dijaga. Ten Hag bisa menegaskan rasa percaya diri sembari menciptakan momentum positif lewat laga ramah tekanan seperti vs Bochum dan Fortuna.