World Games

Timnas Indonesia Raih 9 Medali di World Games 2025 Chengdu: Sejarah Baru di Panggung Dunia

Sports

Sejarah Baru di Chengdu

World Games 2025 di Chengdu, Tiongkok, jadi panggung bersejarah bagi Timnas Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam partisipasi di ajang olahraga multi-event non-Olimpiade itu, Indonesia berhasil membawa pulang 9 medali: 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Capaian ini langsung menempatkan Indonesia dalam daftar 20 besar negara dengan perolehan medali terbanyak, sebuah prestasi yang sebelumnya dianggap mustahil.

Perolehan medali ini bukan sekadar angka. Ia merupakan bukti nyata bahwa pembinaan olahraga nasional mulai menunjukkan hasil. Atlet-atlet yang tampil di Chengdu adalah representasi generasi baru, yang lahir dari sistem pelatihan lebih modern dan dukungan infrastruktur yang ditingkatkan dalam beberapa tahun terakhir.

Sorotan utama datang dari cabang olahraga panjat tebing, dragon boat, dan wushu—tiga cabor yang selama ini memang jadi andalan Indonesia di kancah internasional. Selain itu, ada juga kejutan dari cabang olahraga bowling yang menyumbangkan medali perunggu.


Dragon Boat: Energi Nusantara di Sungai Chengdu

Dragon boat atau lomba perahu naga menjadi salah satu cabang paling emosional. Tim Indonesia berhasil meraih 2 emas dari nomor 500 meter dan 1.000 meter putra. Momen ketika bendera Merah Putih berkibar di tepi sungai Chengdu memicu air mata haru, baik bagi atlet maupun para suporter diaspora Indonesia yang hadir.

Kemenangan ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal identitas budaya. Dragon boat punya akar tradisi yang erat di wilayah pesisir Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan. Menguasai cabang ini di panggung dunia sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tradisional bisa menjadi kekuatan global.

Keberhasilan tim dragon boat juga menegaskan pentingnya kerja sama tim dan disiplin latihan. Pelatih menuturkan bahwa kunci kemenangan adalah pola latihan intensif dengan kombinasi kekuatan fisik dan kekompakan ritme mendayung.


Panjat Tebing: Dominasi yang Berlanjut

Cabor panjat tebing kembali menegaskan statusnya sebagai cabang unggulan Indonesia. Atlet muda, Putri Annisa Rahma, meraih emas di nomor speed putri dengan catatan waktu 6,47 detik—mendekati rekor dunia. Sementara itu, di nomor speed putra, Indonesia menyumbang medali perak melalui atlet senior Kirom Syahputra.

Dominasi ini merupakan buah dari konsistensi. Sejak panjat tebing masuk Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia memang sudah menjadikannya prioritas. Fasilitas dinding panjat di beberapa kota besar terus ditingkatkan, bahkan sudah ada pusat pelatihan nasional khusus di Yogyakarta.

Prestasi ini juga jadi sinyal positif menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles, di mana panjat tebing diproyeksikan kembali jadi cabang unggulan.


Wushu dan Bowling: Kejutan Manis

Selain cabang andalan, kejutan manis datang dari cabang wushu. Atlet muda, Lintang Cahyadi, meraih perunggu di nomor taolu changquan. Meski bukan unggulan, penampilan Lintang menuai pujian karena berhasil menyingkirkan atlet-atlet senior dari Tiongkok dan Vietnam.

Di cabang bowling, pasangan ganda campuran Indonesia juga berhasil merebut perunggu. Hasil ini terbilang mengejutkan, mengingat bowling bukan cabang yang mendapat dukungan besar di dalam negeri. Namun dengan hasil di Chengdu, ada harapan bahwa cabang ini bisa kembali dilirik untuk dikembangkan.


Respon Publik dan Media Internasional

Prestasi di Chengdu langsung jadi trending topic di media sosial Indonesia. Tagar #BanggaTimnas dan #WorldGames2025 masuk daftar teratas di Twitter. Publik menyambut dengan antusias, menganggap kemenangan ini sebagai bukti nyata bahwa Indonesia bisa bersaing di panggung dunia.

Media internasional juga memberi sorotan. Harian olahraga Jepang, Nikkan Sports, menyebut Indonesia sebagai “rising power” dalam olahraga air dan panjat tebing. Sementara South China Morning Post menyoroti strategi pelatihan berbasis komunitas yang menjadi keunggulan Indonesia dibanding negara lain.

Pemerintah pun tak ketinggalan memberi apresiasi. Presiden Prabowo Subianto melalui akun resmi X mengucapkan selamat dan menjanjikan bonus serta dukungan lebih besar untuk para atlet.


Tantangan ke Depan

Meski membanggakan, prestasi di Chengdu hanyalah awal. Indonesia masih punya PR besar untuk memperluas cabang unggulan. Saat ini, prestasi masih terkonsentrasi pada beberapa cabor, sementara cabang besar seperti atletik atau renang belum menunjukkan hasil signifikan.

Selain itu, masalah regenerasi juga jadi tantangan. Banyak atlet senior masih jadi tulang punggung tim, sehingga pembinaan usia muda harus lebih masif agar tidak ada “gap” prestasi.

Dari sisi pendanaan, pemerintah perlu konsisten. Seringkali, euforia prestasi hanya bertahan sesaat, sementara dukungan finansial jangka panjang terabaikan. Jika ingin konsisten jadi kekuatan global, Indonesia perlu investasi besar di bidang sport science, teknologi latihan, dan kompetisi rutin di level nasional.


Kesimpulan: Momentum Emas untuk Olahraga Indonesia

Prestasi Timnas Indonesia di World Games Chengdu 2025 dengan raihan 9 medali adalah momentum bersejarah. Ini bukan hanya tentang kebanggaan, tapi juga tentang arah baru pembangunan olahraga nasional. Dengan strategi tepat, prestasi ini bisa jadi batu loncatan menuju kesuksesan lebih besar di Olimpiade mendatang.

Harapannya, prestasi ini bukan titik puncak sementara, melainkan fondasi untuk masa depan olahraga Indonesia yang lebih gemilang.


Referensi